arrow_back NAVI Arsitektur v0.6
Spesifikasi & Blueprint Control Plane

Infografis & Arsitektur NAVI OS v0.6

Pelajari bagaimana NAVI membagi wewenang antara Perencana, Guardian Satpam, Pekerja Sandbox, dan Pintu Validasi.

corporate_fare Analogi Sederhana: Sistem Kantor Manajemen Berlapis

Jika AI biasa ibarat pekerja lepas yang diberi kunci kantor tanpa pengawasan (bisa salah kirim email ke klien, menghapus berkas penting, atau mengambil keputusan sendiri), maka NAVI OS adalah Sistem Manajer & Satpam yang memastikan AI bekerja dengan aman, jujur, dan tidak bertindak sembarangan.

4 Peran Utama Dalam Sistem NAVI

🗣️

1. Penerjemah

Restoran: Pelayan Catat Pesanan

Mendengarkan permintaan Anda, merapikan syaratnya, dan memastikan pesan tidak ada yang membingungkan.

📋

2. Perencana

Restoran: Chef Utama Susun Resep

Menyusun alur kerja langkah demi langkah. Siapa mengerjakan apa dan berkas apa yang dihasilkan.

🛡️

3. Satpam (Guardian)

Keamanan: Satpam Pintu Masuk

Memeriksa apakah rencana aman dan sesuai budget. Jika aman, Satpam memberikan Surat Izin Resmi.

🔍

4. Tim QC (Validasi)

Kualitas: Manajer Quality Control

Mengecek hasil kerja Pekerja AI sebelum diserahkan ke Anda. Apakah faktanya benar? Apakah sesuai format?

3 Aturan Keamanan Utama

1
Pekerja AI Dilarang Membuat Aturan Sendiri

Pekerja AI hanya bekerja di 'ruangan tertutup' (Sandbox). Dia dilarang menambah alur sendiri atau mengambil data di luar tugasnya.

2
Bikin Draf ≠ Langsung Kirim Ke Luar (Aturan v0.6)

Jika AI selesai membuat draf artikel/email, draf itu hanya tersimpan di internal. Untuk mengirim ke luar, WAJIB ada izin manusia dan Surat Tugas Pengiriman terpisah.

3
Satpam Tidak Boleh Mengubah Isi Rencana

Satpam (Guardian) hanya bertugas memberi izin atau memperketat keamanan (misal: kurangi budget). Satpam dilarang mengedit isi tugas.

⚖️ Pendekatan Proporsional

Menggabungkan penjelasan konseptual manajemen yang intuitif dengan istilah teknis spesifikasi v0.6 (intent.json, authorization.json, Artifact Bus, Assignment Gate).

1. Request Interpreter

intent.json

Menerjemahkan instruksi pengguna menjadi spesifikasi maksud terstruktur dengan batasan (*constraints*) & kriteria ambiguitas.

2. Route Classifier

route_decision.json

Menentukan klasifikasi risiko (**R0 hingga R4**) dan rute perencanaan: *Micro-Task Route* atau *Standard Route*.

3. Planning Engine

execution_plan.yaml

Satu-satunya penyusun rencana kerja (*Sole Workflow Composer*). Memilih template & mengatur urutan tugas. Dilarang mengeksekusi langsung.

4. Guardian Kernel

authorization.json

Penegak kebijakan yang mengunci otorisasi pada **SHA-256 hash rencana**. Menerapkan policy_patch monotonik untuk memperketat hak akses.

🛡️ Inovasi v0.6: Post-Approval Assignment Gate (Sec 14.3)

Persetujuan draf internal (**R1**) tidak otomatis mengizinkan eksekusi eksternal (**R3/R4**). Alur pengiriman wajib melewati pembuatan Assignment Record dan Otorisasi Ulang (*Fresh External Authorization*):

Outcome ➔ Context Bootstrap ➔ Needs & Options Map ➔ Draft Plan ➔ Human Approval ➔ Assignment Record ➔ Fresh External Auth ➔ Delivery

⚡ Canonical Control Flow Pipeline & System Contracts

Alur 8 tahap terstruktur dengan spesifikasi berkas payload kanonikal:

01. INTERPRETER Request Interpreter intent.json
02. CLASSIFIER Route Classifier route_decision.json
03. PLANNER Planning Engine execution_plan.yaml
04. GUARDIAN Guardian Kernel authorization.json
R0 - R1: Internal Draft

Aman / Reversibel. Permintaan pengguna berlaku sebagai izin awal draf sandbox.

R2: Modify Files

Modifikasi berkas proyek / kode. Membutuhkan Preview Diff sebelum aplikasi.

R3 - R4: External Action

Kirim email, publikasi, hapus DB. Wajib persetujuan eksplisit tepat sebelum aksi.